Okey, mari kita bahas lebih “dalam” lagi – sebelum terjadi
kesalah-pahaman lebih lanjut yang disebabkan “kurangnya” pengertian –
apa arti kualitas dan kuantitas pembicaraan (obrolan).
Apakah kita harus banyak omong? atau harus jadi pendiam?
Apa kita harus merubah banyak omong kita jadi cool? atau merubah cool jadi banyak omong?
gimana nih?
gue mau jadi diri gue sendiri! gue bawel soalnya!
Mana yang cewe lebih suka? pendiem atau yang banyak omong?
Apa salah kalo kita banyak omong? gue kan talkative!
Ngapain mikirin perbincangan yang berkualitas dan yang tidak? Jadi diri sendiri aja laaah!
bla bla bla…
Sebelum diteruskan, pastikan anda membaca post ini sampai habis.
Jangan hanya baca bagian-bagian kecil saja lalu langsung berkesimpulan
yang tidak-tidak.
Jika masih belum mengerti, baca dan baca lagi sampai anda mengerti!
If you can understand the value of this post, you’ll get smarter as the results.
Apakah salah kalau kita banyak omong?
Pernahkah anda “terperangkap” dalam perbincangan oleh seseorang yang
banyak omong terus menerus yang membuat anda amat sangat bosan tapi
tidak enak hati untuk bilang STOP?
Mungkin jika kalian sudah sangat jenuh kalian akan bilang secara halus,
“eh sori gue mau ke toilet dulu ya” … Atau “sorry gue ada acara nih…” … Atau “waduh suara lu ga kedengeran, hp gue error nih… nanti telpon lagi deh… *klik”
Atau mungkin jika kalian memang agak KEJAM kalian akan bilang “UDAH AH NGOMONG NYA! BOSEN TAU” atau “gue ngantuk nih! Udah dulu ya!”
Tau kan rasanya “terperangkap” dengan perbincangan seperti itu dengan orang yang membosankan?
Nah, itulah yang dirasakan para wanita “malang” yang mungkin saja
“terperangkap” dalam perbincangan “banyak omong” yang membuatnya bosan.
Hmmm…
Jika perbincangan anda kepada seorang wanita berdasarkan NEEDY, maka
yang kalian pikirkan adalah “gue HARUS ngomong SEBANYAK-BANYAKNYA apapun
itu!… yang penting gue ngomong ama nih cewek dan BERUSAHA supaya bikin
dia TERTARIK sama gue!”
Dan tau kan seperti apa hasilnya?
- si wanita membisu
- menjawab seperlunya
- bosan
- jenuh
- dan lain-lain.
Nah karena RESPON dari wanita tidak seimbang dengan RESPON “banyak omong” dari anda, maka apa yang anda lakukan?
Anda justru MAKIN LEBIH DAN LEBIH LAGI banyak omongnya dengan HARAPAN
wanita idaman anda ini bisa merespon kalian! Padahal yang dia pikirkan
adalah:
“KAPAN NIH ORANG BISA DIEM YA?”
atau
“GIMANA CARANYA GUE KABUR DARI PERBINCANGAN SAMA COWOK BORING INI YA?”
itulah yang terjadi!
Jadi … apa salah kalo kita banyak omong? Tidak juga!
Terus bagaimana dooooong?
Perhatikan ini!
Ada Pria yang hanya sedikit berbicara tapi perbincangan nya adalah
perbincangan yang berkualitas yang pada akhirnya MENSTIMULASI emosi si
wanita!
Itulah yang lebih IMPACTING dan POWERFUL dibandingkan omongan
berjam-jam yang membuat si wanita tertidur pulas (sama seperti pidato di
DPR – MPR … ZzzZZzz…)
Tapi toh ada juga pria yang bawel dan si wanita seru-seru aja tuh! Ya betul!
Itulah omongan “berkualitas”.
Jika kita BISA memberikan omongan berkualitas, maka waktu akan lalu
begitu saja dan si cewe akan berkata “waw… ga terasa yah udah 4 jam…”
atau “kita baru kenal sebentar aja tapi udah serasa 1000 tahun ya!”
That’s comments is what I’m looking for when I’m talking to women!
Nah lalu omongan berkualitas itu seperti apa sih? Omongan berkualitas itu adalah omongan DUA ARAH.
Dengan kata lain kita harus mensupply 50% dan si wanita harus juga mensupply 50% dari permbicaraan!
Sedangkan yang banyak kita temui adalah omongan SATU ARAH, yaitu pria
mensuply 99% pembicaraan yang “boring” dan 1% nya adalah reaksi wanita
jadi “seperlunya” saja atau pun tidak ada respon sama sekali!
Oleh karena itu saya ulangi statement saya sebelumnya: Reduce the quantity of talking and increase its quality.
Untuk lebih jelasnya ,
yang saya maksud dengan “QUANTITY of TALKING” adalah bukan
SEBERAPA BANYAK KITA BICARA, melainkan seberapa banyak “fluf talk” atau
pembicaraan yang hanya sekedar bicara aja dan tanpa arti alias MAKSA
NGOBROL.
Sedangkan “QUALITY TALK” adalah perbincangan yang MEN-STIMULASI emosi wanita
yang membuat mereka EXCITED, SERU, HEBOH dan sudah tentu me-RESPON
perbincangan kita dengan men-supply 50% dari total pembicaraan!
That’s quality talk!
Jadi bukannya kalian TIDAK BOLEH banyak omong lagi atau HARUS sok-sok
cool, Melainkan TAHU apa yang kalian bicarakan supaya tidak merusak
suasana, mood serta emosi wanita yang merasa tertekan karena pembicaraan
NEEDY kalian!
Pria yang mensupply 99% omongan karena NEEDY hanya akan mendapatkan
respon 1% dari si wanita yang sebetulnya adalah “waste of time” karena
pembicaraan nya tidak akan membawa mereka ke tujuan mereka sesungguhnya
yaitu stimulasi emosi. Malah si wanita jadi ilfil karena BORING.
Pria yang dapat memberikan SEDIKIT perbicaraan berkualitas DAPAT
membuat si wanita “penasaran” untuk terus melanjutkan obrolan nya.
Dengan begitu omongan tersebut akan menjadi panjang, lama, fun dan
bermakna baik itu bagi si wanita dan bagi si pria.
Obrolan berkualitas sudah jelas BERBEDA dengan obrolan NEEDY atau
“fluf talk” walaupun DIUKUR dengan jangka waktu yang sama panjangnya.
Seorang komunikator yang baik (khususnya bagi wanita) pasti TAHU
bagaimana berbicara sedikit dan membuat si wanita INGIN meneruskan
perbincangan yang akan membuat perbincangan itu menjadi PANJANG!
Pria NEEDY akan membuat perbincangan menjadi PANJANG dengan mensupply
perbincangan 99% tapi tidak menstimulasi emosi sama sekali!
Hope you UNDERSTAND!
Kendati demikian, kita tidak akan BISA untuk memiliki QUALITY TALK jika kita TIDAK LATIHAN bukan?
Quality talk tidak akan datang dengan sendirinya! Melainkan melalui LATIHAN KONSTAN yang mengharuskan kita JADI BAWEL!
Maka dari itu JADILAH BANYAK OMONG dan BAWEL tapi BUKAN untuk sekedar
ngomong kosong sana sini atau ber-“fluf talk” dengan si wanita karena
kita NEEDY, tapi melainkan dengan TUJUAN untuk LATIHAN agar kita mampu
ber quality talk!
Kebanyakan orang jadi bawel tanpa tujuan yang menyebabkan mereka kehilangan arah dan terus menerus omong kosong!
Oleh karena itu, jadilah BAWEL dengan TUJUAN yang jelas, yaitu QUALITY TALK!
Nah, setelah kalian dapat “merasakan” respon dari si wanita seperti:
- dia meneruskan pembicaraan pada saat kita diam,
- dia juga menceritakan cerita dia,
- dia mensupply 50% pembicaraan,
- dan lain-lain,
Itu tandanya anda sudah ber-quality talk!
Setelah anda menguasai quality talk … pastikan secara perlahan-lahan
KURANGI kapasitas pembicaraan kalian… dengan kata lain buatlah diri anda
menjadi “lebih cool”!
Disitulah SENI dimana si wanita akan “mengejar” anda secara psikologis dengan men-supply 50% perbicangan atau LEBIH.
Dan PERLU diingat bahwa “mengejar” disini bukan si wanita menjadi
LANGSUNG tergila-gila dan minta di k-a-w-i-n-i-n, tapi mengejar anda
dalam berbicara, yaitu dia sekarang memberikan 50% dari pembicaraan dan
bukan hanya diam atau menjawab seperlunya. Jadi si wanita juga “mulai”
NEEDY ke kalian.
Satu TES yang suka saya berikan untuk MELIHAT apakah si wanita sudah
mulai menilai perbincangan ini adalah QUALITY TALK adalah dengan berkata
“eh… tau ga cerita gue tentang A?”
Jika si wanita menjawab “engga” dengan FLAT, itu berarti mereka BELUM
PANAS untuk ngobrol atau mereka memang tidak mau ngobol sama sekali.
Tapi jika mereka menjawab “wah apaan tuh?… seru ga?” atau semacamnya
dengan ANTUSIASME ingin mendengar, berarti pembicaraan nya sudah QUALITY
TALK karena sudah MENSTIMULASI EMOSI!
Dan ingat, SE-PEMALU-PEMALU nya wanita, mereka adalah makhluk yang
EKSPRESIF. Jadi jika mereka TIDAK BAWEL, berarti ADA YANG SALAH!
Buku “the female brain” menyatakan wanita menggunakan 20.000 kata per hari sedangkan pria hanya 7000 kata per hari.
So … gimana caranya biar kita semua bisa ber-QUALITY talk?
Very simple concept (but HARD to do for some of you)
1. LATIHAN JADI BAWEL dan JADILAH LEBIH BANYAK BICARA KEPADA SEMUA ORANG!
Tapi ingat, tujuan nya adalah latihan QUALITY TALK!
2. Perhatikan RESPON orang yang anda ajak bicara.
Jika anda melemparkan JOKE tapi orang yang anda ajak bicara TIDAK
TERTAWA, itu tandanya anda harus latihan untuk bisa ber-humor lebih giat
lagi,
Jika anda memberikan cerita tapi si pendengar TIDAK MENGERTI, berarti anda harus belajar CARA MENERANGKAN lebih baik lagi,
Jika anda berbicara SERU tapi si pendengar malah bosan, berarti anda
harus belajar CARA MENG-EKSPRESIKAN diri anda lebih dalam lagi.
3. Belajar 4 TOOLS yang selalu digunakan para instruktur PW, para alumni PW dan saya sendiri, yaitu STORY TELLING, FLIRTING, KINO dan (sedikit) GAMBIT.
Itu akan membantu anda lebih dapat ber-interaksi yang langsung men-stimulasi emosi si wanita.
4. Ask quality questions that makes the woman goes BLA BLA BLA and can’t stop talking!
Salah satu TEKNIK favorit yang selalu saya gunakan adalah PDC (pancing
dikit curhat) yang mungkin akan kita akan bahas lain kali.
5. Pastikan jika anda sudah “merasakan” bahwa perbincangan kalian
adalah QUALITY TALK, maka cobalah untuk perlahan-lahan menjadi cool dan
membuat si wanita yang lebih banyak bicara karena memang pada dasarnya
wanita HARUS banyak bicara. Itu SEHAT buat mereka!
Dan sudah tentu Pria HARUS lebih banyak diam dan tidak “sok-sok jago” ingin merebut pacar orang lain. (If you know what I mean).
Thank you for reading. Talk less, do more!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Home
3 komentar:
Keren bro artikel lu. Keep posting.
Keren keren kereeeen :D
Thanks infonye lurd
#gue_persija
Posting Komentar